PASAL XIII
TENTANG KEDATANGAN NABI MUHAMMAD S.A.W.
KEDATANGAN NABI SESUDAH YESUS MENURUT AGAMA KRISTEN
Dr. J. Verkuyl menulis sebagai berikut:
"Apabila orang menyangka bahwa sesudah Tuhan Yesus,
masih ada orang yang datang menambah pengajaran Tuhan Yesus atau
menyangka masih ada orang yang seperti Yesus, maka salahlah ia.
Allah telah berfirman dan menyatakan diri
sesempurnanya didalam Tuhan Yesus Kristus.
Seterusnya ia menulis lagi: "Jadi sesudah Kristus tidak ada
lagi seorang nabi yang muncul, yang dapat menambah, mengubah, mengganti atau
membatalkan pengajarannya".1)
KEDATANGAN NABI SESUDAH YESUS MENURUT AGAMA ISLAM
Menurut ajaran agama Islam, sesudah Nabi Isa atau Yesus akan
datang lagi seorang Nabi, yaitu Nabi Muhammad s.a.w. Kedatagannya itu telah
diberitakan Tuhan lebih dahulu dengan perantaraan Nabi-nabi-Nya. Berita
kedatangannya itu seterusnya dicantumkan didalam Taurat dan Injil.
Firman Tuhan :
Artinya: (Orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat
Tuhan itu ialah) Orang-orang yang mengikut Rasul lagi Nabi yang ummi
yang dijumpai mereka dia tertulis pada sisi mereka didalam Taurat dan
Injil, yang menyuruh mereka dengan kebaikan dan melarang mereka daripada
yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka yang baik-baik dan
mengharamkan atas mereka yang keji-keji dan menggugurkan dari pada
mereka keberatannya dan belenggu yang ada atas mereka. Maka orang-orang
yang beriman kepadanya dan memuliakannya dan menolongnya dan mengikut
terang yang telah diturunkan sertanya, mereka itulah orang-orang yang
berbahagia. (Al A’raf 157)
Dalam ayat ini dinyatakan bahwa orang-orang yang
disebut beriman ialah orang-orang yang mengikut Rasul lagi Nabi yang
ummi yang tertulis didalam Taurat dan Injil. "Ummi" maksudnya tidak tahu
membaca dan menulis. Rasul lagi Nabi yang ummi itu ialah Nabi Muhammad
s.a.w. Ia seorang Rasul lagi Nabi yang tidak tahu membaca dan menulis.
Dengan demikian diketahui bahwa kedatangan Nabi Muhammad s.a.w. telah
diberitakan Tuhan lebih dahulu dengan menuliskannya didalam Taurat dan
Injil.
Firman Tuhan:P
Artinya: Dan (ingatlah) ketika Isa anak
mariam berkata: Hai Bani Israil, sesungguhnya aku utusan
Allaah kepadamu, yang membenarkan apa yang ada dihadapanku,
yaitu Taurat, dan menyampaikan kabae kesukaan dengan
kedatangan seoprang rasul kemudianku namanya Ahmad. Maka
tatkala ia telah datang kepada mereka dengan beberapa
keterangan, kata mereka: "Ini adalah sihir yang terang".
(Ash-Shaf 6)
Dengan ayat ini Tuhan menyatakan bahwa Nabi Isa telah
menubuatkan kedatangan seorang rasul yang akan datang kemudiannya
bernama Ahmad. Ahmad itu satu diantara nama-nama Nabi Muhammad S. A. W..
Dengan demikian diketahui bahwa kedatangan Nabi Muhammad S. A. W. Itu
telah diberitakan lebih dahulu oleh Nabi Isa
PENJELASAN DAN PERBANDINGAN AJARAN KEDUA AGAMA
TERSEBUT.
1. Menurut Alkitab Nabi-nabi masih ada sesudah Yesus.
Dr. Je. Verkuyl menerangkan di atas bahwa sesudah
Yesus tidak ada lagi seorang Nabi yang muncul yang dapat menambah,
mengobah dan membatalkan ajaran Yesus. Pendapat itu menurut ajaran agama
Kristen sudah seharusnya demikian. Seperti telah diterangkan, menurut
ajaran agama Kristen, kedatangan Yesus ke dunai adalah untuk
menyelesaikan akibat kesalahan Adam mengenai pelanggaran dalam persoalan
memakan seubah kau. Adam telah berdosa sebab memakan sebuahy buah kayu
di taman Firdaus dan manusia seluruhnya telah mewarisi dosa itu. Maka
Yesus sebagai anak Allaah lalu datang ke dunia menjelma menjadi manusia
kemudian mati disalibkan untuk menebus dosa itu. Menurut ajaran agama
Kristen, Yesus telah melaksanakan tugasnya. Dengan demikian persoalannya
telah selesai. Maka tidak ada yang akan ditambah dan yang akan
dibatalkan lagi.
Akan tetapi menurut ajaran agama Islam yesus hanya
seorang manusia yang diutus Tuhan bertugas me njadi Nabi untuk memimpin
manusia pada jalan kebaikan. Ia termasuk golongan Nabi-nabi yang sudah
diutus Tuhan pada zaman-zaman yang lalu dan telah melakukan pimpinannya
sesuai dengan petunjuk-petunjuk yang diwahyukan Tuhan kepadanya. Oleh
karena manusia sesudah Yesus masih memerlukan petunjuk Tuhan yang benar
dan yang lebih sempurna, maka Tuhan mengutus lagi RasulNya menyampaikan
petunjuk itu. Tuhan telah mengutus Nabi Muhammad S. A. W. Sebagai Rasul
yang terakhir dengan membawa petunjuk yang lebih lengkap dan sempurna.
Menurut Alkitab, sesudah Yesus masih ada nabi-nabi yang
datang. Dalam Kisah Rasul-Rasul pasal 11 tersebut:
(27) Pada masa itu datanglah beberapa orang nabi dari
Jeruzalem turun ke Antiochia.
(28) Maka bangkitlah seorang dari antara mereka itu
bernama Agabus, lalu menyatakan dengan ilham Roh, bahwa suatu bela kelaparan
yang besar akan jadi di seluruh dunia ini. Maka berlakulah yang demikian itu
pada zaman Kalaudius.
Ayat-ayat ini menyatakan bahwa pada zaman rasul-rasul
Yesus beberapa orang nabi telah datang dari Jeruzalem ke Antiochia, seorang
diantaranya bernama Agabus.
Dalam Kisah Rasul-Rasul pasal 21 tersebut:
(10) Sementara kami tinggal beberapa hari lamanya disitu,
maka turunlah dari tanah Judea seorang nabi, namanya Agabus.
(11) lalu datang kepada kami, mengambil ikat pinggang
Paulus, mengikat kaki tangannya sendiri serta berkata: "Inilah sabda Rohul
kudus, bahwa orang yang empunya ikat pinggang ini, sedemikian inilah akan
diikat di Jeruzalem oleh orang Yahudi dan diserahkan ketangan orang kafir.
Dalam Kisal Rasul-Rasul pasal 13 tersebut:
(1) Adalah di Antiochia didalam sidah jumat beberapa nabi
dan guru, yaitu Barnabas dan Simon yang bergelar Nigar, dan Lukas orang
Kireni, dan Manahen saudara susuan Herodes, raja seperempat negeri, dan
Saul.
Dalam Kisah Rasul-Rasul pasal 15 tersebut:
(32) Maka Yudas dan Silas, yang sendirinyapun nabi juga,
menyegarkan hati segala saudara itu sambil meneguhkan mereka itu dengan
beberapa banyak perkataan.
Dalam ayat ini disebutkan lagi bahwa pada zaman
murid-murid Yesus ada lagi seorang Nabi yang bernama Silas. Dengan demikian
ternyata bahwa menurut Alkitab masih ada Nabi yang datang sesudah Yesus.
Jadi Yesus bukanlah Nabi yang terakhir.
2. Menurut Yesus masih akan datang lagi Nabi yang
benar kemudiannya, karena itu ia menunjukkan tanda-tandanya
Menurut Yesus akan datang lagi Nabi-nabi
kemudiannya. Ada nabi yang benar dan ada nabi yang palsu. Oleh
karena itu ia lalu menunjukkan tanda-tanda pengenalannya. Dalam
Injil Matius pasal 7 tersebut:
(15) Jagalah dirimu dari pada segala nabi palsu,
yang datang kepadamu mereka seperti serigala buas.
(16) Dari pada buah-buahnya kamu akan mengenal
dia. Pernahkah orang memetik buah anggur dari pada pokok duri, atau
buah ara dari pada pokok unak?
(17) Demikian juga tiap-tiap pohon kayu yang
baik, berbuahkan buah yang baik; tetapi pohon kayu yang jahat,
berbuahkan buah yang jahat.
(18) Tiada dapat pohon kayu yang baik berbuahkan
buah yang jahat, atau pohon yang jahat itu berbuahkan buah yang
baik.
(19) Tiap-tiap pohon kayu, yang tiada memberi
buah yang baik, akan dipotong dan dibuangkan ke dalam api.
(20) Sebab itu dari pada buahnya kamu akan
mengenal dia.
Seterusnya dalam 1 Yahya pasal 4 tersebut
demikian:
(1) Hari segala kekasihku, janganlah percaya akan
sebarang roh, melainkan ujilah segala roh itu kalau-kalau dari pada
Allah datangnya; karena banyak nabi palsu sudah keluar ke seluruh
dunia.
(2) Dengan yang demikian dapatlah kamu mengenal
Roh Allah, yaitu tiap-tiap roh, yang mengaku bahwa Yesus Kristus
sudah datang dengan keadaan manusia, itu dari pada Allah.
(3) dan tiap-tiap roh, yang tiada mengaku Yesus
itu, bukanlah dari pada Allah, melainkan inilah roh di Dajjal, yang
telah kamu dengar yang akan datang, dan sekarang ini sudah ada
didalam dunia.
Dengan ayat-ayat yang tersebut diatas ini Yesus
menyuruh menjaga diri dari pada nabi-nabi palsu yang akan datang.
Yesus menyuruh mengenalnya dari pada buahnya, baik itu jahat.
Seterusnya Yesus menyuruh pula menguji tiap-tiap roh yang datang,
apakah dari pada Allah atau dari pada Dajjal. Keterangan Yesus ini
memberi pengertian bahwa Nabi yang benar akan datang lagi sesudah
Yesus, karena ia masih menyuruh memeriksa dan mengujinya dengan
mengemukakan tanda-tanda Nabi dan roh yang benar itu. Seandainya
tiap-tiap Nabi yang akan datang palsu, tentulah Yesus tidak
mengatakan demikian, tetapi ia akan memperingatkan supaya jangan
mempercayai tiap-tiap Nabi yang akan datang, karena Nabi yang benar
tidak akan datang lagi.
Menurut Yesus, Nabi yang benar itu akan dapat
diketahui dari pada buahnya yang baik dan dari pada ajarannya yang
mengakui bahwa Yesus Kristus sudah datang dengan keadaan manusia.
Tanda itu kedua-duanya telah sesuai kepada Nabi Muhammad s.a.w. yang
datang kemudian Yesus. Nabi Muhammad s.a.w. dengan ajaran-ajarannya
yang lengkap dan sempurna telah mengeluarkan buah yang baik. Dalam
masa 23 tahun ia telah mengobah keadaan masyarakat yang buruk
menjadi masyarakat yang sebaik-baiknya. Seterusnya buah ajarannya
yang baik itu telah mendatangkan kebahagiaan bagi manusia
berabad-abad lamanya. Selanjutnya Nabi Muhammad s.a.w. telah
mengakui bahwa Yesus Kristus benar-benar telah datang dalam keadaan
manusia dan ia menolak dengan tegas Yesus telah datang dalam keadaan
Tuhan atau anak Tuhan.
3. Menurut sejarah orang-orang Yahudi dan Kristen di
sekitar zaman kelahiran Nabi Muhammad s.a.w. masih menunggu kedatangan
seorang Nabi.
Menambah bukti-bukti bahwa kedatangan Nabi
Muhammad s.a.w. sebagai sorang Nabi adalah benar-benar telah
tercantum di dalam Taurat dan Injil ialah orang-orang Yahudi dan
Kristen disekitar zaman kelahiran Nabi Muhammad s.a.w. masih
menunggu-nunggu kedatangan seorang Nabi. Hal itu dapat dibuktikan
oleh keterangan sejarah yang berikut:
Pada ketika Nabi Muhammad s.a.w, berumur dua
belas tahun ia dibawa oleh Abu Thalib, saudara bapaknya ikut
berniaga ke negeri Syam (Syria). Ketika mereka tiba dekat suatu
tempat bernama Bushra (sebuah kampung diperbatasan tanah Arab
dengan Syam), mereka bertemu dengan seorang pendeta Kristen yang
tinggal di tempat itu bernama Bahiera. Antara lain pendeta itu
bertanya kepada mereka tentang kedatangan seorang Nabi dari
bangsa Arab yang dijumpainya didalam kitab-kitab sucinya. Mereka
menerangkan bahwa Nabi yang tersebut belum lahir di tanah Arab
sampai pada waktu itu.
Ketika ia memperhatikan tanda-tanda yang
terdapat pada Nabi Muhammad, ia mengatakan kepada Abu Tahlib
bahwa suatu keadaan yang luar biasa terdapat pada anak itu dan
ia berharap supaya anak itu dipelihara baik-baik. Antara lain
pendeta itu melihat Nabi Muhammad senantiasa dilindungi
sekumpulan awan.
Dalam keterangan di atas, Bahiera menyatakan
bahwa masih ada seorang Nabi yang akan datang di tanah Arab.
Ketika Nabi Muhammad s.a.w. telah berumur
empat puluh tahun dan ia sedang berada digua Hirak, datang
kepadanya seorang malaikat yang menyatakan bahwa ia adalah
malaikat Jibrail dan Muhammad adalah Rasul Allah. Lalu kepada
Nabi Muhammad s.a.w. disampaikannya wahyu Al-Quran yang
mula-mula.
Sesudah kejadian itu, ia kembali ke rumahnya
dengan gemetar dan ketakutan. Khadijah, isterinya, lalu
membawanya kepada seorang laki-laki yang telah tua, anak saudara
bapaknya yang bernama Waraqah anak Naufal yang beragama Kristen
dan pandai menulis Injil dalam bahasa Ibrani. Warqah menerangkan
bahwa yang datang kepada Muhammad s.a.w. itu adalah utusan Tuhan
yang telah pernah datang kepada Nabi Musa dahulu dan ia adalah
Nabi bagi umat ini.
Disini Waraqah sebagai seorang alim Kristen
mengakui bahwa masih ada seorang Nabi yang diutus Tuhan pada
masa itu.
Pada ketika Nabi Muhammad s.a.w. sedang
tinggal di Mekkah, ia dan kaum muslimin pernah dibekot oleh
orang-orang kafir penduduk Mekkah tiga tahun lamanya, sampai
mereka memakan daun-daun kayu karena ketiadaan makanan. Selama
pembekotan tersebut, Nabi Muhammad s.a.w. menyuruh
sahabat-sahabatnya mengungsi ke negeri Ethiopia di Afrika untuk
meringankan penderitaan mereka. Delapan puluh tiga orang
laki-laki dan delapan belas orang perempuan telah berangkat
dengan dikepalai oleh Jafar, anak Abu Tahlib. Disana mereka
diterima dengan baik oleh Negus, raja Ethiopia.
Pada tahun yang ketujuh hijrah, Nabi Muhammad
s.a.w. mengirim surat kepada Negus tersebut mengajaknya memeluk
Islam. Di Ethiopia surat itu disampaikan oleh Jafar kepada
Negus. Ketika surat itu diterimanya ia berkata: "Aku menjadi
saksikepada Allah bahwa sesungguhnya dialah Nabi yang
ditunggu-tunggu Ahli Kitab". Lalu ia menulis jawaban surat Nabi
itu, antara lain katanya: "Saya mengakui bahwa tuan utusan Allah
yang benar dan dibenarkan. Sesungguhnya saya telah berbaiat
kepada tuan dan telah berbaiat kepada anak saudara bapak tuan
(yaitu Jafar anak Abu Thalib). Dan saya telah memeluk agama
Islam dihadapannya karena Allah Tuhan semesta alam".
Negus ini sebelum memeluk agama Islam adalah
seorang yang beragama Kristen. Dalam keterangannya diatas ia
mengakui bahwa Nabi Muhammad s.a.w. adalah Nabi yang
ditunggu-tunggu orang Yahudi dan Kristen.
Pada musim haji pada tahun kesebelas dari
pada Nabi Muhammad s.a.w. menjadi Rasul banyak orang Arab datang
berkunjung ke negeri Mekkah, diantaranya enam orang penduduk
Medinah. Mereka itu acap kali mendengar orang-orang Yahudi yang
tinggal disekeliling kota Medinah itu mengatakan, bahwa seorang
Nabi akan datang pada masa itu.
Manakala mereka berjumpa dengan Nabi Muhammad
s.a.w. dan mendengar pengajarannya, teringatlah mereka kepada
ucapan orang-orang Yahudi yang selalu diucapkannya di Medinah.
Mereka lalu berbicara sesamanya: "Sebenarnya inilah Nabi yang
selalu disebut-sebut orang Yahudi itu. Maka janganlah mereka
mendahului kamu mengikutnya". Mereka lalu beriman dan kembali ke
negeri Medinah menjadi penyiar Islam.
Pada tahun kedua belas datang dua belas orang
lagi, semuanya beriman juga. Dan pada tahun ketiga belas datang
pula tujuh puluh tiga orang laki-laki dan dua orang perempuan,
semuanya lalu masuk Islam. Dengan perantaraan penduduk Medinah
yang masuk Islam itu agama Islam telah tersiar dengan
seluas-luasnya sehingga meratai tiap-tiap rumah di negeri
Medinah itu.
Diatas telah disebutkan bahwa orang-orang
Yahudi di sekitar kota Medinah itu masih menunggu-nunggu
kedatangan seorang Nabi pada masa itu. Dan perkataannya itu
selalu disebut-sebut mereka sehingga orang-orang Arab penduduk
Medinah itu mengetahuinya juga. Dan hal itu juga adalah satu
diantara sebab yang mendorong mereka lekas-lekas memeluk agama
Islam supaya jangan didahului oleh orang-orang Yahudi yang
menjadi musuh mereka.
Pada tahun ketujuh hijrah Nabi s.a.w.
mengirim surat kepada raja-raja yang ada pada waktu itu untuk
mengajak mereka memeluk Islam. Antara lain Nabi Muhammad s.a.w.
telah mengirim surat kepada Maqauqas pembesasr Kibti di Mesir.
Pembesar tersebut telah membalas surat Nabi itu sebagai berikut:
"Kepada Muhammad anak Abdullah, dari
Maqauqas, pembesar Kibti. Salam kepada tuan. Kemudian itu saja
telah membaca surat tuan dan telah memahami apa yang tuan
sebutkan didalamnya dan apa yang tuan ajak. Dan sebenarnya saya
mengetahui bahwa seorang Nabi masih ada lagi. Saya menduganya
bahwa ia keluar di Syam (Syria). Saya telah menghormati utusan
tuan".
Maqauqas ini seorang pembesar yang beragama
Kristen. Walaupun ia tidak memeluk Islam, tetapi dalam suratnya
itu ia mengakui bahwa masih ada seorang Nabi yang akan datang
lagi.
Ketika Nabi Muhammad s.a.w. telah berhijrah
ke Medinah, tidak berapa hari antaranya ia didatangi oleh
seorang pendeta besar Yahudi, bernama Abdullah bin Salam.
Setelah pendeta itu bertemu dengan Nabi, ia lalu menanyai Nabi
beberapa hal. Jawaban nabi itu meyakinkan kepadanya bahwa Nabi
adalah Rasul Allah. Sebab itu ia lalu masuk Islam. Katanya
kepada Nabi: "Saya menyaksikan bahwa tuan adalah Rasul Allah dan
tuan datang membawa kebenaran. Orang Yahudi mengetahui bahwa
saya adalah penghulu orang Yahudi dan anak penghulu mereka. Dan
saya seorang alim mereka dan anak dari seorang yang teralim
diantara mereka. Harap tuan tanyakan kepada mereka siapa saja,
sebelum mereka mengetahui bahwa saya telah Islam. Karena jika
mereka nanti mengetahui saya telah Islam, akan bermacam-macam
perkataan mereka mengenai saya."
Nabi lalu memanggil orang-orang Yahudi.
Mereka datang. Dan Abdullah bin Salam bersembunyi. Nabi meminta
kepada mereka takut kepada Allah. Dan Nabi mengatakan dengan
sumpah bahwa mereka mengetahui Muhammad s.a.w. adalah sebenarnya
Rasul Allah kepada mereka yang membawa kebenaran. Lalu
orang-orang Yahudi menjawab: "Kami tidak mengetahui hal ini".
Lalu Rasul bertanya: "Bagaimana kedudukan Abdullah bin Salam
pada kamu?" Semua mereka menjawab: "Dia penghulu kami dan anak
penghulu kami. Dia orang yang amat alim pada kami dan anak orang
yang amat alim pada kami". Maka kata Nabi: "Bagaimana jika ia
telah Islam?" Jawab mereka: "Ia tidak akan mau masuk Islam. Tiga
kali Nabi mengatakan, bagaimana jika ia telah masuk Islam.
Mereka menjawab tiga kali juga mengatakan jauh sekalilah jika ia
mau masuk Islam.
Nabi s.a.w. lalu menyuruh Abdullah bin Salam
keluar dari tempat persembunyiannya. Iapun keluar lalu berpidato
dihadapan orang-orang Yahudi itu mengajak mereka masuk Islam.
Katanya: "Hai kaum Yahudi, takutlah kamu kepada Allah, Demi
Allah, yang tidak ada Tuhan selain dari padaNya, dialah Rasul
Allah yang kamu ketahui itu. Dia telah datang membawa
kebenaran".
Mendengar keterangan Abdullah bin Salam yang
selama ini mereka hormati, mereka lalu berkata kepadanya: "Tuan
telah berdusta: Nabi s.a.w. lalu menyuruh orang-orang Yahudi itu
keluar.
Demikianlah riwayat Abdullah bin Salam,
seorang alim Yahudi yang telah memeluk Islam. Ia telah menjadi
saksi bahwa orang-orang Yahudi mengetahui Nabi Muhammad s.a.w.
itu benar, tetapi mereka tidak hendak mengakuinya.
Dalam kisah Salman Farisi yang datang dari
Persi (Iran) mencari Nabi Muhammad s.a.w. dan seterusnya memeluk
agama Islam, telah dinyatakan bahwa seorang pemuka agama Kristen
memesankan kepadanya agar pergi mencari Nabi itu. Antara lain
kata pemuka Kristen itu: "Hai anakku, tidak ada lagi saya
ketahui sekrang seorang manusia yang seperti kita ini diantara
seluruh manusia untuk tempat saya menyuruh engkau mendatanginya.
Akan tetapi, sekarang telah dekat masanya seorang Nabi akan
dilahirkan dengan membawa agama Ibrahim yang keluar dari tanah
Arab. Tempat berhijrahnya di suatu tempat antara dua lapangan
tanah yang berbatu-batu dan diatnara keduanya itu pokok-pokok
kurma. Dia mau memakan pemberian, tetapi tidak mau memakan
zakat. Diantara dua bahunya terdapat cap kenabian. Jika engkau
sanggup peri ke negeri itu, lakukanlah".
Demikianlah keterangan pemuka agama Kristen
itu menyatakan kepada Salman Farisi bahwa seorang Nabi akan
datang lagi dari tanah Arab. Akhirnya Salman sampai juga ke
tempat itu bertemu dengan Nabi Muhammad s.a.w. dan memeluk
Islam.
Dari pada keterangan-keterangan sejarah yang
tersebut diatas ini dapat diketahui bahwa orang-orang Yahudi dan
Kristen di sekitar zaman kelahiran Nabi Muhammad s.a.w. masih
menunggu-nunggu kedatangan seorang Nabi.
4. Taurat dan Injil dalam Alkitab menubuatkan
kedatangan Nabi Muhammad s.a.w.
Apabila Taurat dan Injil yang terhimpun dalam
Alkitab yang ada kini diselidiki, maka pekabaran atau nubatan
tentang kedatangan Nabi Muhammad s.a.w. masih dijumpai didalamnya.
Orang-orang Kristen telah menyesuaikan dan menafsirkan
nubuatan-nubuatan tersebut kepada Yesus atau kepada yang lain-lain.
Akan tetapi tafsiran-tafsiran itu menurut pengertian yang sebenarnya
tidak tepat.
Seperti telah dikemukakan dalam Lampiran IV pasal
IX tentang kitab Injil, banyak ayat-ayat yang dianggap sebagai
nubuatan dalam kitab-kitab Perjanjian Lama telah disesuaikan oleh
pengarang Injil kepada Yesus dan hal-hal yang berhubungan dengan
dirinya, sedang yang sebenarnya penyesuaiannya itu terbukti salah.
Demikian pula tentang nubuatan-nubuatan yang mengenai kedatangan
Nabi Muhammad s.a.w. telah ditafsirkan orang Kristen kekudusan yang
lain-lain, sedang yang sebenarnya lebih tepat kepada Nabi Muhammad
s.a.w.
Dalam pasal ini sebagian nubuatan-nubuatan
mengenai kedatangan Nabi Muhammad s.a.w. itu akan dikemukakan dengan
disertakan penjelasan-penjelasan dan disertakan lagi penolakan
terhadap penafsiran-penafsiran yang tidak tepat. Seterusnya akan
dikemukakan lagi beberapa nubuatan yang mengenai kedatangan Nabi
Muhammad s.a.w. menurut Injil Barnaba. Nubuatan-nubuatan itu dapat
dibaca pada Lampiran I pasal XIII ini.
IV. LAMPIRAN-LAMPIRAN
Lampiran I
NABI MUSA MENUBUATKAN KEDATANGAN
NABI MUHAMMAD S.A.W.
NUBUAT I:
(15) Bahwa seorang Nabi dari tengah-tengah kamu, dari antara
segala saudaramu, dan yang seperti aku ini, yaitu akan dijadikan oleh Tuhan
Allahmu bagi kamu, maka Dia patutlah kamu dengar.
(16) Setuju dengan segala yang telah kamu pinta kepada Tuhan
Allahmu di Horeb, pada masa orang banyak itu ada berhimpun, katamu: Jangan
kiranya kami mendengar pula bunyi suara Tuhan Allah kami dan api yang besar ini
jangan kiranya kami lihat lagi, supaya jangan kami mati !
(17) Maka pada masa itu berfirmanlah Tuhan kepadaku: Benarlah
kata mereka itu:
(18) Bahwa Aku akan menjadikan bagi mereka itu seorang Nabi
dari antara segala saudaranya, yang seperti engkau; dan Aku akan memberi segala
firmanku dalam mulutnya dan iapun akan mengatakan kepadanya segala, yang kusuruh
akan dia.
(19) Bahwa sesungguhnya barangsiapa yang tiada mau dengar
akan segala firmanku, yang akan dikatakan olehnya dengan Namaku, niscaya Aku
menuntutnya kelak kepada orang itu.
(20) Tetapi adanya Nabi yang melakukan dirinya dengan sombong
dan mengatakan firman dengan Namku, yang tiada kurusuh katakan, atau yang
berkata dengan nama dewa-dewa, niscaya orang nabi itu akan mati dibunuh
hukumnya.
(21) Maka jikalau kiranya kamu berkata dalam hatimu demikian:
Dengan apakah boleh kami ketahui akan perkataan itu bukannya firman Tuhan adanya
?
(22) Bahwa jikalau nabi itu berkata dengan Nama Tuha, lalu
barang yang dikatankannya itu tiada jadi atau tiada datang, yaitulah perkataan
yang bukan firman Tuhan adanya, maka nabi itupun telah berkata dengan
sombongnya, janganlah kamu takut akan dia.
(Ulangan 18:15 – 22)
Keterangan:
Ayat-ayat diatas ini adalah perkataan Nabi Musa yang
diucapkannya dihadapan Bani Israil, tersebut dalam kitab Ulangan atau Taurat.
Menurut keterangan Nabi Musa itu, Tuhan telah berjanji kepada Bani Israil akan
menjadikan seorang Nabi dari antara segala saudaranya yang seperti Musa.
Penulis-penulis dari kalangan umat Islam telah menyatakan bahwa Nabi yang
dijanjikan Tuhan itu ialah Nabi Muhammad s.a.w. Keterangannya sebagai berikut:
Setelah Nabi Musa menyampaikan janji itu, Bani Israil telah
menunggu-nunggu kedatangan Nabi tersebut. Hingga berapa lama mereka menunggu
kedatangannya, dapat diketahui dari penjelasan Injil Yahya pasal 1 yang berikut:
(19) Maka inilah kesaksian Yahya itu, tatkala orang Yahudi
menyuruhkan beberapa imam dan orang Lewi dari Jerozalem akan bertanya kepadanya
demikian: Siapakah engkau ?
(20) Maka mengakulah ia, dan tiada ia bersankal; maka
mengakulah ia demikian: "Aku ini bukannya Kristus itu".
(21) Maka bertanyalah mereka itu kepadanya: "Kalau begitu,
siapakah engkau? Engkaukah Elias?" Maka katanya: "Bukan".
Soal jawab diatas ini terjadi ketika Nabi Yahya datang
sebagai utusan Tuhan. Orang-orang Yahudi menyuruh utusannya datang menemui Nabi
Yahya hendak bertanyakan, siapakah dia. Dari tanya-jawab itu ternyata bahwa
orang-orang Yahudi pada waktu kedatangan Nabi Yahya itu masih menunggu-nunggu
kedatangan tiga orang yang telah dijanjikan Tuhan, yaitu: Kristus, Elias dan
Nabi itu.
Dalam Injil Yahya pasal 1 tersebut lagi:
(24) Adapun orang yang disuruh itu orang Parisi.
(25) Maka mereka itu menanya dia, serta berkata kepadanya:
"Jikalau engkau ini bukan Kristus, dan bukan Elias, dan bukan nabi itu, apakah
sebabnya engkau membaptiskan orang?"
Pertanyaan orang Parisi kepada Nabi Yahya diatas ini
menunjukkan juga bahwa orang Yahudi dizaman Nabi Yahya masih menunggu kedatangan
tiga orang yang tersebut tadi, yaitu: Kristus, Elias dan Nabi itu. Diantara
pertanyaan yang dimajukan utusan itu masih disebut: "Engkaukah Nabi itu?"
Pertanyaan ini menunjukkan bahwa Nabi "itu", yakni Nabi yang ditunggu-tunggu
orang Yahudi kedatangannya karena telah dinubuatkan Nabi Musa, masih belum
datang hingga pada zaman Nabi Yahya, karena mereka masih menanyakan kepadanya.
Nabi Yahya hidup semasa dengan Yesus.
Menurut kepercayaan orang Kristen, Kristus itu telah datang
yaitu Nabi Isa atau Yesus. Dan menurut Injil, Elias itu telah datang juga, yaitu
Nabi Yahya sendiri. Yesus memberi keterangan menurut Injil sebagai berikut: "Dan
jikalau kamu menerima itu: ia inilah Elias, yang akan datang itu". (Matius
11:14)
Dalam Injil Matius tersebut lagi:
(10) Maka murid-muridnyapun bertanya kepadanya sambil
berkata: "Apakah sebabnya segala ahli Torat mengatakan, bahwa tak dapat tiada
Elias akan datang dahulu?"
(11) Maka jawab Yesus, katanya: memang Elias itu sudah
datang, maka tiadalah dikenal orang akan dia, melainkan mereka itu melakukan
keatasnya sekehendak hainya. Demikian juga Anak-manusiapun akan dianiayakan
orang".
(13) Maka barulah murid-murid itu mengerti, bahwa ia
mengatakan keapdanya tentang hal Yahya Pembaptis.
Dari pada keterangan diatas ini diketahui bahwa menurut Injil
dua orang diantara tiga orang yang ditunggu-tunggu mereka kedatangannya itu
telah datang, yaitu Kristus dan Elias. Yang masih belum datang, seorang lagi
yaitu: "Nabi itu". Dengan demikian diketahui bahwa Nabi itu masih belum
datang hingga pada zaman Nabi Yahya dan Yesus, Dan kedatangannya itu diketahui
dari keterangan diatas sesudah zaman Nabi Yahya dan zaman Yesus. Hal ini sesuai
kepada Nabi Muhammad s.a.w. karena ia datang sesudah zaman mereka yang tersebut.
Apakah tanda Nabi itu? Dalam keterangan yang telah
dikemukakan diatas, disebutkan: "Bahwa Aku akan menjadikan bagi mereka seorang
Nabi dari antara segala saudaranya, yang seperti engkau". Keterangan ini
menyatakan bahwa Nabi yang akan dijadikan itu, ialah: "Dari antara segala
saudaranya", yaitu dari antara segala saudara Bani Israil. Dan "yang
seperti engkau", yaitu yang seperti Nabi Musa.
Daripada keterangan itu diketahui bahwa Nabi yang akan
dibangkitkan itu adalah dari antara segala saudara Bani Israil, tidak dari Bani
Israil. Bani Ismail adalah bersaudara dengan Bani Israil. Dalam kitab Kejadian
pasal 16 dan pasal 17 diterangkan bahwa Nabi Ibrahim telah mendapat seorang anak
dari Hagar, dinamai ismail. Kemudian Nabi Ibrahim mendapat anak lagi dari Sarah,
dinamai Ishak. Seterusnya Ishak mendapat anak dari isterinya Ribkah, dinamai
Yakub. (Lihat Kejadian 25:26). Kemudian Tuhan mengganti nama Yakub dengan
Israil. (Lihat Kejadian 35:10). Turunan Nabi Ibrahim dari anaknya Ismail disebut
Bani Ismail. Dan turunnya dari cucunya Israil *Yakub) disebut Bani Israil.
Daripada keterangan ini diketahui bahwa Bani Ismail bersaudara dengan Bani
Israil. Dengan demikian nyatalah bahwa tanda ini telah sesuai kepada Nabi
Muhammad s.a.w., karena ia adalah turunan dari Bani Ismail yang bersaudara
dengan Bani Israil. Dan seterusnya hal ini telah sesuai lagi dengan janji Tuhan
yang menyatakan bahwa Ia akan menjadikan Ismail "suatu bangsa yang besar".
(Lihat Kejadian 17:20 dan 21:18).
Tanda yang kedua ialah Nabi itu seperti Nabi Musa. Tanda ini
telah sesuai kepada nabi Muhammad s.a.w. karena ia serupa dengan Nabi Musa.
Mereka sama-sama ber-ibu dan berbapa. Sama-sama beristeri dan beranak. Sama-sama
menjadi Nabi dan Rasul. Sama-sama mempunyai kitab suci, yaitu Taurat dan Al
Qurän. Sama-sama wafat tidak terbunuh. Sama-sama dikuburkan dibumi. Dan banyak
lagi keserupaannya.
Firman Tuhan dalam Al Qurän:
Artinya: Sesungguhnya Kami telah mengutus kepada
kamu seorang Rasul (Nabi Muhammad) yang menjadi saksi atas kamu,
seperti Kami telah mengutus kepada Fir’aun seorang Rasul (Nabi
Musa). (Surah Al Muzammil 15).
Keterangan lanjutan:
Dalam ayat 15 tersebut bahwa Nabi itu akan dijadikan
Tuhan "dari tengah-tengah kamu". Yaitu dari tengah-tengah Bani Israil
atau bangsa Yahudi. Hal itu sesuai kepada Nabi Muhammad s.a.w., karena
negeri Medinah tempat Nabi Muhammad s.a.w. adalah terletak di tengah-tengah
kampung-kampung orang Yahudi, yaitu suku Bani Nadlir, suku Bani Quraizhah
dan suku Bani Qainuqa’
Dalam ayat 18 tersebut "Aku akan memberi segala
firmanku dalam mulutnya". Keterangan ini sesuai kepada Nabi Muhammad
s.a.w. Firman itu diberikan kepadanya hanya merupakan bacaan yang dihafalkan
pada mulutnya, karena ia tidak tahu membaca. Kemudian barulah orang
disuruhnya menulikannya.
Dalam ayat 19 tersebut "segala firmanku, yang akan
dikatakan olehnya dengan Namaku". Keterangan ini sesuai kepada Nabi
Muhammad s.a.w. Kitab suci Al Qurän sebagai firman Tuhan telah dikatakannya
dan dimulainya surah-surahnya sebanyak 113 surah dengan nama Tuhan, yaitu:
Artinya: Dengan nama Allah yang Pengasih yang Penyayang.
Dalam ayat 20 tersebut "Nabi yang melakukan dirinya
dengan sombong dan mengatakan firman dengan Namaku, yang tiada kusuruh
katakan, atau yang berkata dengan nama dewa-dewa, niscaya orang Nabi itu
akan mati dibubuh hukumnya". Menurut keterangan ini Nabi yang tidak
benar akan mati dibunuh hukumnya. Nabi Muhammad s.a.w. tidak mati dibunuh,
maka nyatalah bahwa ia seorang Nabi yang benar. Bahkan Al Qurän telah
memberikan jaminan bahwa ia tidak akan mati dibunuh manusia. FirmanNya.
Artinya: Dan Allah, memeliharakan engkau dari pada
manusia.
(Surah Al
Maidah 70)
Dalam sejarah telah dinyatakan bahwa musuh-musuh Islam
telah berkali-kali mencoba hendak membunuh Nabi s.a.w., baik pada waktu aman
maupun pada waktu perang, tetapi semuanya itu tidak berhasil. Tuhan telah
memenuhi janjiNya, Nabi Muhammad s.a.w. diselamatkanNya dari pembunuhan
manusia, sesuai dengan janji yang telah tersebut didalam Al Qurän dan kitab
Ulangan tadi.
Dalam ayat 22 diterangkan tanda Nabi yang yang dusta
"bahwa jikalau nabi itu berkata dengan Nama Tuhan, lalu barang yang
dikatakannya itu tiada jadi atau tiada datang, yaitulah perkataan yang bukan
firman Tuhan adanya".
Tanda Nabi dusta ini amat jauh daripada Nabi Muhammad
s.a.w. Segala sesuatu yang dikatakannya atas Nama Tuhan, semuanya telah
datang dan telah jadi, kecuali yang waktunya belum tiba, seperti terjadinya
hari kiamat. Hal-hal yang akan datang yang disabdakan Nabi Muhammad s.a.w.
atau yang tersebut didalam Al Qurän yang telah jadi amat banyak. Sebagai
contohh akan dikemukakan sebagian diantaranya pada Lampiran II pasal XIII
ini.
Penolakan pendapat pihak Kristen
Pihak Kristen menyebut Nabi yang dijanjikan Tuhan dalam
kitab Ulangan itu ialah Yesus Kristus. Dr. D. Bakker menulis: "Hal Tuhan
Yesus menjadi nabi itu disebutkan dalam kitab Ulangan 18:15 – 18 dan Kisah
Rasul-Rasul 3:22"1) Pendapat pihak Kristen ini tidak benar.
Diatas telah diterangkan, Nabi yang akan dijadikan Tuhan
itu adalah: "dari antara segala saudara Bani Israil" dan "yang
seperti Musa".
Menurut Injil, Yesus Kristus adalah turunan Bani Israil.
Lihat silsilah turunannya dalam Injil Matius pasal 1 dan Injil Lukas pasal
3. Dalam Injil Matius 1:1 tersebut: "Maka inilah silsilah Yesus Kristus,
yaitu anak Daud". Daud adalah Bani Israil, sebab itu yesus Kristus adalah
Bani Israil juga. Sedang Nabi yang akan dijadikan Tuhan itu bukan dari Bani
Israil, tetapi dari antara segala saudara Bani Israil. Dengan demikian
diketahui bahwa Nabi yang akan dijadikan itu bukan Yesus Kristus.
Seterusnya, Nabi yang akan dijadikan Tuhan itu adalah:
"yang seperti Musa." Menurut Alkitab, diantara Bani Israil tidak akan
dibangkitkan lagi seorang Nabi yang seperti Musa. Dalam kitab Ulangan
tersebut:
"Maka diantara orang Israil tiada berbangkit pula seorang
nabi yang seperti Musa, yang dikenal Tuhan muka dengan muka". (Ulangan
34:10).
Oleh karena Yesus dari Bani Israil, maka nyatalah bahwa
Nabi yang akan dijadikan Tuhan itu bukan Yesus.
Seterusnya lagi, berdasarkan kepercayaan orang Kristen
Yesus tidak seperti Nabi Musa. Menurut kepercayan orang Kristen Yesus adalah
Tuhan, mati tersalib dan terkutuk. (Lihat Galatia 3:13). Sedang Musa tidak
demikian. Nabi Musa hanya seorang hamba Allah, tidak mati tersalib dan tidak
terkutuk. Nabi Musa adalah berbapa, sedang Yesus sebagai manusia tidak
berbapa. Dan banyak perbedaannya yang lain-lain lagi.
Menurut ayat 20 dinyatakan Nabi yang mengatakan firman
dengan Nama Tuhan yang tidak disuruhNya katakan akan mati dibunuh hukumnya.
Nabi Muhammad s.a.w. tidak mati dibunuh, sedang Yesus menurut kepercayan
orang Kristen mati dibunuh. Jika nubuat tersebut digunakan untuk Yesus, maka
jadilah Ia Nabi yang tidak benar karena ia telah mati dibunuh.
Dr. Mr. D.C. Mulder menulis: "Perlu diperhatikan disini
peraturan tentang nabi dalam ps 18:15 – 22. Ayat-ayat ini sering ditafsirkan
oleh penafsir-penafsir Kristen sebagai nubuat tentang Nabi Muhammad. Akan
tetapi bagian ini tidak membicarakan seorang nabi yang khusus, melainkan
jabatan nabi pada umumnya; diterangkan disini bagaimana seorang nabi benar
dapat dibedakan dari pada seorang nabi palsu".2)
Apabila uraian yang telah dikemukakan diatas
diperhatikan, nyatalah bahwa apa yang dikemukakan oleh Dr. Mulder itu tidak
benar. Ayat-ayat kitab Ulangan tersebut adalah menubuatkan kedatangan
seorang Nabi yang khusus dengan menerangkan sifat-sifat dan tanda-tandanya.
Orang Yahudi sendiri telah menunggu-nunggu kedatangannya hingga berabad-abad
lamanya sesudah Nabi Musa seperti yang dinyatakan oleh ayat-ayat Injil yang
telah dikemukakan diatas. Nubuatan itu tidak diraggukan lagi adalah mengenai
kedatangan Nabi Muhammad s.a.w.
Dengan keterangan diatas ini nyatalah bahwa Nabi yang
dinubuatkan Nabi Musa dalam kitab Ulangan itu ialah Nabi Muhammad s.a.w.,
bukan Yesus.
NUBUAT II:
NABI MUSA MENUBUATKAN NAMA TEMPAT KEDATANGAN NABI MUHAMMAD
S.A.W
(1) Bermula, maka inilah berkat yang telah diberi oleh Musa,
khalil Allah, kepada segala Bani Israil dahulu dari pada matinya:
(2) Maka katanya: Bahwa Tuhan telah datang dari Torsina dan
telah terbit bagi mereka itu dari Sierl; kelihatanlah ia dengan gemerlapan
cahayanya dari gunung Paran, lalu datang hampir dari bukit Kedes; maka pada
kanannya tiang api bagi mereka itu.
(Ulangan 33: 1 – 2)
Keterangan:
Syech Rahamatullah menerangkan dalam Izhar-ul Haqq 2:137
bahwa yang dimaksudkan dengan "Tuhan telah datang dari Torsina, ialah
Tuhan memberikan Taurat kepada Nabi Musa. Dan yang dimaksudkan dengan "telah
terbit bagi mereka itu dari Seir", ialah Tuhan memberi Injil kepada Isa. Dan
yang dimaksudkan dengan "kelihatanlah Ia dengan gemerlapan cahayanya dari
gunung Paran", ialah Tuhan menurunkan Al Qurän kepada Nabi Muhammad s.a.w.
Jadi "Torsina", "Seir" dan "Paran" adalah nama
tempat-tempat Nabi-nabi tersebut menerima ajaran dari Tuhan.
Gunung Paran ialah sebuah gunung di negeri Mekah. Dalam kitab
Kejadian diceritakan tentang hal Hagar dengan anaknya Ismail sebagai berikut:
(19) Maka dicelikkan Allah akan mata Hagar, sehingga
terlihatlah ia akan suatu mata air, lalu pergilah ia mengisikan kirbat itu
dengan air, diberinya minum akan budak itu.
(20) Maka diserrtai Allah akan budak itu sehingga besarlah
ia, lalu iapun duduklah dalam padang belantara dan menjadi seorang pemanah.
(21) Maka duduklah ia dalam padang belantara Paran dan
diambil oleh ibunya akan dia seorang perempuan dari tanah Mesir akan isterinya.
(Kejadian 21: 19 – 21)
dalam ayat-ayat yang tersebut diatas ini diceritakan tentang
Hagar dengan anaknya, yaitu Nabi Ismail. Dalam ayat 21 diterangkan bahwa Ismail
duduk dipadang belantara Paran. Menurut sejarah, Ismail tinggal duduk di negeri
Mekah. Mata air yang dilihat Hagar itu ialah "mata air Zamzam" yang hingga kini
terus menerus mengeluarkan airnya sebagai sebuah telaga di dekat Bait Allah
didalam mesjid Mekah. George Zaidan, seorang pengarah Kristen Katolik di Mesir,
menerangkan didalam bukunya "Al Arab gabl-al Islam" (Arab sebelum Islam), bahwa
Paran itu adalah padang belantara Paran itu ialah negeri Mekah. Dan gunung Paran
itu nama gunung di Mekah.
Seterusnya dalam kitab Habakuk tersebut lagi sebagai berikut:
(3) Bahwa Allah datang dari Teman dan Yang Maha Suci dari
pergunungan Paran. Salah ! Maka kemuliannya menudungilah segala langit dan
bumipun adalah penuh dengan pujinya. (Habakuk 3:3).
Dalam ayat ini dinyatakan lagi bahwa Yang Maha Suci datang
dari pergunungan Paran. Dan bumipun penuh dengan pujinya. Nabi Muhammad s.a.w.
telah datang dari pergunungan Paran di tanah Mekah dan umat Islam telah memenuhi
seluruh permukaan bumi dengan pujinya, sesuai dengan apa yang telah diterangkan
dalam kitab Perjanjian Lama diatas.
NUBUAT III:
YESUS MENUBUATKAN KEDATANGAN NABI MUHAMMAD S.A.W. DALAM INJIL
YAHYA
Dalam Injil Yahya pasal 14 tersebut:
(15) Jikalau kamu mengasihi Aku turutlah segala
hukumku.
(16) Dan Aku akan mintakan kepada Bapa, maka Ia akan
mengaruniakan kepadamu Penolong yang lain, supaya ia menyertai kamu
selama-lamanya.
(17) Yaitu Roh kebenaran, yang dunia ini tiada dapat
menyambut oleh sebab tiada ia nampak Dia, dan tidak kenal Dia; tetapi
kamu ini kenal Dia, karena Ia tinggal beserta dengan kamu, dan Ia ada
didalam kamu.
(26) Tetapi Penolong itu, yaitu Rohulkudus, yang akan
disuruhkan oleh Bapa atas Namaku, ialah akan mengajarkan kepadamu segala
perkara itu, dan akan mengingatkan kamu segala sesuatu yang Aku sudah
katakan kepadamu.
Dalam Injil Yahya pasal 14 tersebut:
(26) Akan tetapi apabila datang Penolong yang akan
Kusuruhkan kepadamu dari Bapa, yaitu Roh kebenaran yang keluar dari pada
Bapa itu, ialah akan menyaksikan dari halku.
(27) Dan kampun akan menjadi saksiku, oleh sebab kamu
telah ada bersama-sama dengan Aku dari mulanya.
Dalam Injil Yahya Pasal 16 tersebut:
(7) Tetapi Aku ini mengatakan yang benar kepadamu,
bahwa berfaedahlah bagi kamu jikalau Aku ini pergi, karena jikalau tiada
Aku pergi, tiadalah Penolong itu akan datang kepadamu; tetapi jikalau
Aku pergi, Aku akan menyuruhkan Dia kepadamu.
(8) Apabila Ia datang maka Ialah akan menerangkan
kepada isi dunia ini dari hal dosa dan keadilan dan hukuman.
(9) Dari hal dosa, sebab tiada mereka itu percaya
akan Daku,
(10) dari hari keadilan, sebab Aku pergi kepada Bapa
dan tiada lagi kamu melihat Aku.
(11) dari hal hukuman, sebab penghulu dunia ini sudah
dihukumkan.
(12) Banyak lagi perkara yang Aku hendak katakan
kepadamu, tetapi sekarang ini tiada dapat kamu menanggung dia.
(13) Akan tetapi apabila Ia sudah datang, yaitu Roh
kebenaran, maka Iapun akan membawa kamu kepada segala kebenaran; karena
tiada Ia berkata-kata dengan kehendaknya sendiri, malinkan barang yang
didengarnya itu juga akan dikatakannya; dan dikhabarkannya kepadamu
segala perkara yang akan datang.
(14) Maka Ia akan memuliakan Aku, karena Ia akan
mengambil dari pada hak Aku, lalu mengabarkannya kepada kamu.
(15) Segala sesuatu yang hak Bapa itu juga hak Aku,
oleh sebab itu Aku berkata, bahwa diambilnya dari pada hak Aku, lalu
dikhabarkannya kepadamu.
Keterangan:
Menurut keternagan Injil Yahya yang tersebut diatas
ini, Yesus telah menubuatkan kedatangan "Penolong yang lain".
Penulis-penulis Islam telah menyatakan bahwa yang dimaksudkan dengan
Penolong yang lain itu ialah Nabi Muhammad s.a.w.1)
Penterjemah-penterjemah Injil dari golongan Kristen
telah mengobah-obah terjemahan kata "Penolong" itu. Dalam Alkitab
(Bibel) bahasa melayu hurup Laten yang dicetak oleh Nederlandsch
Bijbelgenotschap di Amsterdam tahun 1927 dan disiarkan di Indonesia
sebelum perang dunia yang lalu, kata "Penolong" itu diterjemahkan dengan
"Penghibur". Dalam "Wasiat yang baharu" bahasa Melayu huruf Arab yang
diterbitkan oleh Nederlandsch Bijbelgenotschap tahun 1889 diterjemahkan
dnegan "Penghibur" juga. Dalam Injil Yahya bahasa Arab yang ada pada
saya kini, perkataan itu diterjemahkan dengan "Al Mu’azzi" (Penghibur).
Dalam terjemahan bahasa Arab yang lain disebutnya dengan "Faraqlieh".
Dr. G.C. Niftrik/Ds. B.J. Boland dalam Dogmatika Masakini menyebutnya
dengan "Penghibur"2) Dalam Alkitab yang diterbitkan Lembaga
Alkitab Indonesia di Jakarta tahun 1958 menyebutnya dengan "Penolong".
Prof. Dr. J.H. Bavinck dalam Sejarah Kerajaan Allah II menerangkan bahwa
kata "Penolong itu dalam bahasa Yunani ialah paraklétos"3).
Seterusnya katanya: "Orang Islam sering manafsirkan ayat itu pada
Muhammad. Mereka itu katakan, bukan paraklétos = (Penolong) yang
tertulis disana, tetapi periklutos (= yang termasyur, yang terpuji).
Dalam bahasa Arab periklutos dapat disalin dengan Ahmed."
Seterusnya Dr. J. Verkuyl menulis lagi: "Kata Ahmad
dalam bahasa Yunani ialah Periklétos". 5)
Mengenai nama-nama dalam Alkitab, selalu orang
berhadapan dengan kesulitan, karena penulis-penulis Injil acap kali
menterjemahkan nama-nama yang seharusnya ditulis dalam bahasa asli dan
tidak diterjemahkan. Yesus berbicara dalam bahasa Ibrani, tidak dalam
bahaya Yunani. Hal itu dapat dibuktikan dengan beberapa perkataan yang
disebut atas nama yesus yang masih tercantum dalam Injil menurut bahasa
aslinya. Misalnya Matius 27:46 menyebut perkataan Yesus: Eli, Eli lama
Sabchtani", yaiatu dalam bahasa Ibrani.
Penterjemah-penterjemah Injil menterjemahkan
nama-nama yang seharusnya dituliskan menurut aslinya, sehingga
menjadikan suatu nama yang benar-benar tidak pernah dikenal dizaman
Yesus. Misalnya nama Simon yang disebut Yesus dengan Kepas (Yahya 1:42)
yang berarti "karang" atau "batu". Kemudian nama "Kepas" itu
diterjemahkan kedalam bahasa Yunani dengan kata "Peterus" yang barti
"batu". Seterusnya disebut dalam Alkitab dan dalam kalangan kaum Kristen
dengan sebutan "Peterus". Yesus sendiri dan orang-orang dizaman Yesus
tidak pernah mengenal seorang yang bernama Peterus sebagai murid Yesus,
karena Yesus hanya menyebutnya dengan "Kepas", tidak dengan "Peterus".
Demikian pula mengenai Yesus sendiri. Ia tidak pernah
menyebut dirinya "Kristus". Dan orang-orang yang hidup pada zamannya
tidak mengenal juga seorang yang disebut Kristus. Kata Kristus itu
adalah terjemahan dari perkataan Ibrani Messias (Almasih) yang dalam
bahasa Yunani disebut "Kristus:. Maka nama-nama yang asli itu telah
ditinggalkan, lalu diganti dengan terjemahannya belaka.
Diantara nama-nama yang telah ditinggalkan itu ialah
kata "Penolong" atau "Penghibur", yang tersebut dalam Injil Yahya pasal
14, 15 dan 16. Menurut pihak Kristen kata "Penolong" itu dalam bahasa
Yunani "Paraklétos". Di samping itu ada pendapat yang menyebut bahwa
kata asalnya dalam bahasa Yunani "Periklétos", yang artinya dalam bahasa
Arab "Ahmad", yaitu satu diantara nama Nabi Muhammad s.a.w. Sedang bunyi
kata yang asli dalam bahasa Ibrani yang diucapkan Yesus dan kini diganti
dengan sebutan "Paraklétos" atau "Periklétos", tidak dapat diketahui
lagi, karena Injil Yahya yang menuliskan kata nubuatan yang diucapkan
Yesus itu tidak menuliskannya kata nubuatan yang diucapkan Yesus itu
tidak menuliskannya dalam bahasa Ibrani.6) Adapun kemungkinan
terjadi perubahan dalam membacakan bunyi beberapa huruf sehingga
"Periklétos" (Ahmad) menjadi "Paraklétos", tidaklah suatu hal yang
mengherankan dalam Alkitab. Barang siapa suka membanding-bandingkan
nama-nama yang tercantum dalam Alkitab, ia akan menjumpai sejumlah besar
perubahan dalam menyebutkan sesuatu nama. Sebagai misal, dapatlah
dilihat pada nama-nama yang tercantum dalam silsilah yesus. (Lihat
Lampiran II pasal IX).
Selanjutnya mungkin pula penyelewengan dalam
pentermahan telah terjadi. Sebagai misal, kata "almah" dalam bahasa
Ibrani yang tesebut dalam kitab Yesaya pasal 7 ayat 14 yang dihubungkan
dengan Matius 1:23. Penulis Injil itu telah menterjemahkannya dengan
"anak dara’ supaya dapat disesuaikan kepada Maryam ibu Yesus yang
disebut melahirkan Yesus sebagai anak dara. Seang arti yang sebenarnya
"wanita muda" atau "anak perempuan yang dewasa", baik ia sudah kawin
atau tidak. Maka disini telah terjadi penyelewengan yang dilakukan
penulis Injil itu dalam penterjemahan. Keterangan lebih lanjut mengnai
penyelewengan ini dapat dibaca dalam Lampiran IV pasal IX.
Selanjutnya, andai kata asal perkataan tersebut dalam
bahasa Yunani Paraklétos dan diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia
dengan "Penolong" atau "Penghibur" atau "seorang yang jadi pembela dalam
suatu perkara dihadapan hakim", seperti yang disebutkan oleh Dr. J.
Verkuyl, nubuatan itu sesuai juga kepada Nabi Muhammad s.a.w. Sebab
dalam nubuatan tersebut telah diterangkan berbagai sifat yang harus
menyertai Penolong atau Penghibur itu. Sifat-sifat itu adalah sesuai
kepada Nabi Muhammad s.a.w.
Nabi Muhammad s.a.w. sebagai seorang Nabi yang datang
kemudian Yesus, adalah seorang Penolong yang lain yang diutus Tuhan
untuk memberikan pertolongan bagi manusia dalam jalan menyelamatkan diri
mereka dari berbagai bahaya yang akan menyesatkannya. Agama Islam yang
disampaikan Nabi Muhammad s.a.w. adalah mengandung berbagai ajaran yang
memberikan pertolongan kepada mereka.
Nabi Muhammad s.a.w. sebagai seorang Nabi yang datang
kemudian Yesus, adalah seorang pembera dalam suatu perkara dihadapan
hakim. Nabi Muhammad s.a.w. akan menjadi pembela bagi manusia dihari
akhirat dalam pengadilan di Mahkamah Ilahi. Pembelaan itu disebut dengan
"syafa’at". Dalam ajaran agama Islam disebutkan satu diantara tugas Nabi
Muhammad s.a.w. ialah Pemberi syafa’at dan Pembelaan bagi manusia
dihadapan Pengadilan Ilahi dihari akhirat.
Seterusnya sifat-sifat yang tersebut dalam nubuatan
itu telah sesuai juga kepada Nabi Muhammad s.a.w. Keterangannya sebagai
berikut:
Yesus menyebutkan Penolong yang lain itu,
"menyertai kamu selama-lamanya" (14:16). Ini menyatakan bahwa
Penolong itu adalah nabi yang terakhir, tidak ada Nabi baru lagi
yang akan datang kemudiannya. Dengan demikian jadilah agama dan
ajaran yang disampaikannya menjadi petunjuk yang menyertai manusia
selama-lamanya, yaitu hingga hari kiamat. Sifat ini sesuai kepada
Nabi Muhammad s.a.w., karena ia adalah nabi yang terakhir. Firman
Tuhan:
Artinya: Dan (Muhammad penghabisan Nabi-nabi (Al
Ahzab 40).
Oleh kaena yang dimaksudkan dnegan kedatangan
Nabi-nabi itu ialah agama dan ajaran yang dibawanya, maka dapatlah
dianggap bahwa Nabi Muhammad s.a.w, adalah menyertai manusia
selama-lamanya, karena agama dan ajarannya itu menyertai mereka
selama-lamanya.
Penolong itu disebutnya: "Roh kebenaran" dan "Roh
Kudus" (14:17 dan 26). Dalam pasal IV telah diterangkan bahwa
menurut Al Qurän surah Al Baqarah ayat 87 dan 253, Nabni Isa telah
diberi Tuhan kekuatan dengan Roh Kudus, artinya Roh Suci. Menurut
tafsiran kaum muslimin Roh Kudus itu ialah malaikat Jibrail. Maka
penolong itu disebut Roh Kudus artinya ia disertai malaikat Jibaril
yang senantiasa menyampaikan wahyu kepadanya. Keterangan ini sesuai
kepada Nabi Muhammad s.a.w. karena ia disertai malaikat Jibrail yang
senantiasa menyampaikan wahyu kepadanya.
Seterusnya telah diterangkan lagi bahwa sebagian
ahli tafsir menyatakan bahwa yang dimaksudkan dengan Roh Kudus itu
ialah "roh yang suci". Kepada Nabi-nabi telah diberikan Tuhan
kekuatan dengan mensucikan "roh-nya". Sebagian ahli tafsir
menyatakan lagi bahwa Roh Kudus itu ialah kitab Injil yang
diwahyukan Tuhan kepada Nabi Isa, karena dengan ajaran kitab itu roh
manusia dapat disucikan. Penafsiran Roh Kudus seperti yang tersebut
adalah seusai kepada Nabi Muhammad s.a.w. Ia sebagai Nabi telah
dikurniakan Tuhan kepadanya "roh yang suci" dan telah diwahyukan
kepadanya kitab Al Qurän yang dapat mensucikan roh dan jiwa manuisa.
Jadi Penolong itu disebut Roh Kudus, karena ia mempunyai roh yang
suci atau mempunyai kitab yang ajarannya dapat mensucikan roh
manusia. Penolong itu disebut lagi Roh kebenaran, karena ia membawa
manusia kepada segala kebenaran. Sifat ini seusai kepada Nabi
Muhammad s.a.w. Ia sebagai Nabi adalah bertugas untuk membawa
manusia kepada segala kebenaran itu. Adapun mengenai penafsiran
orang Kristen bahwa yang dimaksudkan dengan Roh Kudus dalam Injil
itu ilah oknum Tuhan yang ketiga, maka mengenai hal ini akan
diberikan penjelasan lebih lanjut lagi.
Yesus menerangkan Penolong itu: "ialah akan
menyaksikan dari halku" (15:26). Sifat ini sesuai kepada Nabi
Muhammad s.a.w. Ia telah memberikan kesaksian yagn sebenar-benarnya
tentang hal Yesus dan telah mengkoreksi berbagai ajaran yang tidak
benar yang disebut orang mengenai hal Yesus. Ia telah menyaksikan
bahwa Yesus hanya seorang Rasul kepada Bani Israil, bukan Tuhan,
bukan anak Tuhan dan tidak mati disalibkan.
Yesus menerangkan bahwa Penolong itu: "Ialah akan
menerangkan kepada isi dunia dari hal dosa dan keadilan dan hukuman"
(16:8). Ini menunjukkan bahwa Penolong itu akan menjadi utusan Tuhan
kepada seluruh bangsa-bangsa di dunia. Dalam ajarannya akan
dinyatakan tentang hal dosa, keadilan dan hukuman. Sifat-sifat ini
seusai kepada Nabi Muhammad s.a.w. Ia telah diutus Tuhan menjadi
Nabi dan Rasul kepada seluruh manusia di dunia. Firman tuhan dalam
Al Qurän:
Artinya: Dan tidak Kami utus engkau
(Muhammad) melainkan kepada manusia semuanya untuk
memberi kabar gembira dan peringatan tetapi kebanyakan
manusia tidak mengetahui (Surat Saba’ 28).
Sabda Nabi Muhammad s.a.w.:
Artinya: Dan aku diutus kepada
manusia semuanya. (Riwayat Al Buchari).
Seterusnya dalam agama yang diajarkannya, Nabi
Muhammad s.a.w. telah menerangkan kepada isi dunia dari hal dosa dan
keadilan dan hukuman.
Yesus menerangkan: "banyak lagi perkara yang Aku
hendak katakan kepadamu, tetapi sekarang ini tidak dapat kamu
menanggung dia. Akan tetapi apabila Ia sudah datang, yaitu Roh
kebenaran, maka Iapun akan membawa kamu kepada segala kebenaran".
(16:12 – 13).
Keterangan ini menyatakan bahwa ajaran yang akan
dibawa Penolong itu lebih banyak daripada yang telah diajarkan
Yesus. Ajaran-ajaran itu belum dapat mereka menanggungnya pada zaman
Yesus. Keterangan Yesus ini sesuai kepada Nabi Muhammad s.a.w. Ia
telah datang membawa ajaran yang amat banyak yang belum pernah
diajarkan Yesus sendiri. Ia telah datang membawa manusia kepada
segala kebenaran mengenai keimanan, ibadat, hukum muamalat, hukum
perkawinan, hukum pidana, hukum-hukum yang berhubung dengan
kenegaraan, hal budi pekerti dan lain-lain sebagainya yang belum
sanggup manusia menanggungnya pada zaman Yesus.
Seterusnya Yesus menyebut Penolong itu: "tiada ia
berkata-kata dengan kehendaknya sendiri, melainkan barang yang
didengarnya itu juga akan dikatakannya" (16:13). Keterangan ini
sesuai kepada Nabi Muhammad s.a.w. Ia tidak berkata-kata dengan
kehendaknya sendiri, melainkan barang yang didengarnya sebagai wahyu
dari Tuhan, itulah yang dikatakannya. Firman Tuhan:
Artinya: Ia (Muhammad) tidak
berkata-kata dengan kehendak hatinya. Tiada ada yang
dikatakannya itu kecuali wahyu yang diwahyukan
kepadanya. (Surah An Najmi: 3-4).
Yesus menyebut lagi: "dikhabarkannya kepadamu
segala perkara yang akan datang""(16:15). Keterangan ini sesuai
kepada Nabi Muhammad s.a.w. Ia telah mengabarkan kepada manusia
segala perkara yang akan datang. Huzaifah r.a. telah menerangkan
sebagai berikut:
Artinya: Ia (Muhammad) telah berdiri
pada kami disatu tempat. Tidak ada ditinggalkannya suatu
jua yang ada pada tempatnya itu hingga hari kiamat
melainkan telah diceritakannya. Mengingat akan dia orang
yang masih mengingatnya dan lupa akan dia oleh orang
telah lupa. (Riwayat Al Buchari dan Muslim).
Diantara perkara yang akan datang yang
dikhabarkan Nabi Muhammad s.a.w. dapat dibaca pada Lampiran II pasal
XIII ini.
Dari pada keterangan yang telah diuraikan diatas
dapatlah diketahui dengan jelas bahwa nubuatan itu telah sesuai
benar-benar kepada Nabi Muhammad s.a.w.
BEBERAPA PENJELASAN
Disamping keterangan yang telah dikemukakan diatas, perlu
lagi diberikan beberapa penjelasan mengenai hal-hal yang mungkin menimbulkan
kesulitan dalam memahamkan ayat nubuatan tersebut:
Pada pasal 14 ayat 17 dan pasal 15 ayat 26 dijelaskan
bahwa Penolong itu ialah Roh kebenaran. Dan pada pasal 14 ayat 26 dijelaskan
lagi bahwa Penolong itu ialah Roh Kudus. Menurut pengertian orang Kristen
Roh kebenaran atau Roh Kudus itu adalah satu diantara oknum Tuhan yang
dianggap sebagai Tuhan. Dengan demikian nyatalah bahwa kedatangan Penolong
itu bukan kedatangan seorang Nabi, tetapi kedatangan Roh Kudus yang menjadi
oknum Tuhan.
Mengenai hal ini hendaklah diketahui bahwa menurut orang
Kristen Roh Kudus itu disebut juga dalam Alkitab dengan Roh Allah. K. Riedel
menafsirkan Roh Allah yang tersebut dalam Matius 3:16 dan Markus 1:10 dengan
Roh Kudus. Jadi Roh Allah itu ialah Roh Kudus. Menurut Alkitab Roh Allah itu
tidak selamanya ditafsirkan orang Kristen dengan oknum Tuhan. Misalnya
perkataan "Roh Allah melayang-layang diatas muka air" yang tersebut dalam
kitab Kejadian 1:2, oleh sekelompok penafsir, umpamanya G.V. Rad,
mengartikan "Roh Allah" seperti angin ribut yang merupakan ssebagian dari
kekacauan.7) Demikian juga ayat-ayat yang berikut menyatakan
bahwa Roh Allah atau Roh Kudus itu tidak selamanya ditafsirkan orang Kristen
dengan oknum Tuhan:
Dalam Yehezkiel 37:14 diterangkan beribu-ribu orang yang
mati telah dihidupkan Tuhan lagi dengan nubuat Yehezkiel. Diberinya urat dan
daging, kemudian diberinya nyawa. Seterusnya firmanNya: "Karena Aku akan
memberikan Rohku didalam kamu, supaya hiduplah pula kamu". Yang dimaksudkan
dengan "Rohku" disini ialah "nyawa", bukan oktum Tuhan.
Dalam 1 Yahya 4:1-2, – tersebut:
(1) Hai segala kekasihku, janganlah percaya akan sebarang
roh, melainkan ujilah segala roh itu, kalau-kalau daripada Allah datangnya;
karena banyak nabi palsu sudah keluar keseluruh dunia.
(2) Dengan yang demikian dapatlah kamu mengenai Roh
Allah, yaitu tiap-tiap roh, yang mengaku bahwa yesus Kristus sudah datang
dengan keadaan manusia, itu daripada Allah.
(6) Kita ini dari pada Allah; dan orang mengenal Allah
ialah men-dengarkan kita, maka orang bukan dari pada Allah tiadalah ia
mendengarkan kita. Dengan yang demikian dapatlah kita mengenal kita. Dengan
yang demikian dapatlah kita mengenal roh yang benar dan roh yang sesat itu.
Ds. Th. B.W.G. Gramberg menafsirkan ayat-ayat tersebut,
katanya: "Nasihat Yahya ialah supaya jangan jemaat Kristen menganggap setiap
wahyu adalah pernyataan dari pada Allah, yang harus dipercayai.
Jangan-jangan dalam jemaat Kristen ada orang yang memakai bahasa gaib,
janganlah orang-orang Kristen terus bersedia menerima orang itu sebagai
seorang utusan dari Tuhan Allah karena si Iblis gampang merusakkan sesuatu
percakapan, sehingga dianggap menjadi wahyu. Jadi jemaat Kristen diajar
mengajuk dan mengira segala wahyu dan nubuat yang akan terbit dalam
kumpulannya".8)
Dr. Th. B.W.G. Gramberg telah menafsirkan bahwa yang
dimaksudkan dengan Roh Allah disini ialah "wahyu" yang disampaikan oleh
"seorang utusan dari pada Allah". Dengan penafsiran ini nyatalah bahwa
nubuatan itu telah sesuai kepada Nabi Muhammad s.a.w. Ia sebagai utusan
Tuhan datang membawa wahyu dari pada Allah yang disampaikan oleh malaikat
Jibrail. Wahyu itu adalah "keluar dari pada Allah", sesuai dengan keterangan
yang tersebut dalam nubuatan itu, pasal 15 ayat 26.
Dalam pasal 14:16 disebutkan: "Ia akan mengurniakan
kepada kamu Penolong yang lain" dan seterusnya. Menurut ayat ini Penolong
itu akan dikurniakan kepada "kamu". Yaitu kepada murid-murid Yesus. Jadi
bukan akan dikurniakan kepada orang-orang yang akan datang kemudian dari
pada mereka. Dengan demikian nyatalah bahwa nubuat itu tidak dapat
disesuaikan kepada kedatangan Nabi Muhamad s.a.w.
Mengenai hal ini haruslah diketahui bahwa perkataan
"kamu" dalam ayat itu tidaklah dimaksudkan khusus kepada mereka yang hidup
di zaman Yesus. Perkataan "kamu" yang demikian dapat dijumpai pada
tempat-tempat yang lain dalam Injil dan dimaksudkan dengan dia orang-orang
yang akan datang kemudian itu. Misalnya keterangan Injil Matius 24:64 yang
berikut:
(64) Maka kata Yesus kepadanya: "Seperti kata tuan.
Tetapi Aku berkata kepadamu, dari pada sekarang ini kamu anak nampak Anak
Manusia duduk di sebelah kanan Kodrat, serta datang diatas awan dari
langit".
Perkataan ini dihadapkan Yesus kepada orang-orang yang
ada pada zamannya itu dengan menggunakan kata "kamu". Mereka yang diajak
Yesus berbicara itu semuanya sudah mati. Sudah hampir dua puluh abad
lamanya. Sedang mereka tidak melihat Yesus datang diatas awan dari langit.
Maka perkataan "kamu" disini dimaksudkan orang-orang yang akan datang pada
zaman Yesus datang kelak. Demikian pula perkataan "kamu" pada ayat tadi
dimaksudkan orang-orang yang akan datang pada zaman Penolong itu datang
kelak. Jadi arti perkataan: "Ia akan mengurniakan kepada kamu", yaitu kepada
manusia atau kepada Bani Israil.
Dalam pasal 14:17 diterangkan: "Dunia tiada dapat
menyambut oleh sebab tiada ia nampak Dia, dan tiada kenal Dia; tetapi kamu
ini kenal Dia". Keterangan ini menyatakan bahwa nubuat itu tidak dapat
disesuaikan kepada Nabi Muhammad s.a.w. karena orang nampak dan mengenal
dia.
Mengenai keterangan ini harus diketahui bahwa yang
dimaksudkan dengan katanya "tidak mengenal dia", yaitu tidak mengenal dia
dengan sebenar-benar dan sesempurna-sesempurnanya. Perkataan yang seperti
ini banyak dijumpai dalam ucapan Yesus. Dalam Matius 11:27 tersebut:
(27) Segala sesuatu sudah diserahkan kepadaku oleh
Bapaku, dan seorangpun tiada mengenal Anak itu, hanyalah Bapa saja, dan
seorangpun tiada mengenal Bapa itu, hanya Anak saja, dan lagi orang, yang
hendak dinyatakan kepadanya oleh Anak itu.
Dalam Yahya 7:28 tersebut:
(29) ......... Ia menyuruhkan Aku itu ada benar, yaitu
yang tiada kamu kenal.
Dalam Yahya 8:19 tersebut:
(19) ..... Kamu tidak kenal Aku, dan Bapakupun tidak.
Jikalau kamu kenal Aku, niscaya kamu kenal Bapaku juga.
Dalam Yahya 14:9 tersebut:
(9) Kata Yesys kepadanya: "Hai Pelipus, sekian lamanya
Aku bersama-sama dengan kamu, dan tiadalah engkau kenal Aku? Siapa yang
sudah nampak Aku, ia sudah nampak Bapa. Bagaiamankah katamu: "Tunjukkanlah
Bapa itu kepada kami?
Dalam ayat-ayat yang diatas ini telah disebutkan
berulang-ulang perkataan "kenal". Yang dimaksudkan dengan kenal disini ialah
kenal yang sempurna. Jika artinya ditafsirkan tidak demikian, jadilah semua
perkataan yang tersebut pada ayat-ayat tadi tidak benar. Karena orang banyak
adalah mengenal Yesus terutama pemimpin-pemimpin Yahudi, imam-imam dan
murid-murid Yesus sendiri.
Demikian juga yang dimaksudkan dengan perkataan "tiada ia
nampak dia", yaitu tiada nampak dengan sebenar-benarnya sehingga dapat
mengenalinya sungguh-sungguh. Arti yang demikian telah dijelaskan dalam
Matius 13:13 – 14 yang berikut:
(13) Oleh sebab itu Aku bertutur kepada mereka itu dengan
perumpamaan, karena mereka itu melihat dengan tiada melihat, dan mendegnar
dengan tidada mendengar atau mengerti.
(14) Demikian disampaikan bagi mereka itu sabda Nabi
Yesaya, bunyinya: "Bahwa dengan pendengar kamu akan mendengar, tetapi
sekali-kali kamu tiada akan mengerti. Dan dengan penglihatan kamu akan
melihat tetapi sekali-kali tiada kamu nampak.
Dengan penjelasan ini nyatalah bawah nubuatan itu sesuai
kepada Nabi Muhammad s.a.w. Dunia tidak mengenal dan nampak dia, adalah
artinya tidak mengenal dan nampak dia dengan sebenar-benarnya dan
sesungguh-sungguhnya.
Dalam pasal 14 ayat 17 tersebut: "Ia tinggal bersama
dengan kamu, dan Ia akan ada didalam kamu". Ketearngan ini tidak dapat
disesuaikan kepada Nabi Muhammad s.a.w.
Mengenai keterangan ini hendaklah diketahui bahwa yang
dimaksudkan dnegan "ia tinggal bersama dengan kamu", ialah pada masa yang
akan datang, bukan pada ketika itu. Diatas diterangkan bahwa perkataan
"kamu" itu dapat dimaksudkan untuk orang-orang yang akan datang, tidak
seharusnya untuk orang-orang yang hadir pada ketika Yesus berkata itu saja.
Hal ini dibenarkan lagi oleh keterangan "Aku AKAN mintakan kepada Bapa"
(14:16) dan "jikalau tiada Aku pergi, tiadalah Penolong itu AKAN datang
kepada kamu" (16:7) dan keterangan yang lain-lain yang menyatakan bahwa
Penolong itu belum ada lagi ketika itu, tetapi ia akan datang kemudian.
Dalam Kisah Rasul-Rasul 1:4 – 5 tersebut:
(4) Tatkala Yesus berhimpun dengan rasul-rasul, maka
dipesankannya kepada mereka itu jangan meninggalkan Yerusalem, melainkan
menantikan Perjanjian Bapa "yang kamu dengar dari Padaku itu".
(5) Karena Yahya membaptiskan orang dengan air, tetapi kamu
ini akan dibaptiskan dengan Rohulkudus didalam sedikit hari lagi.
Ayat-ayat diatas ini menyatakan bahwa Yesus memesankan kepada
murid-muridnya jangan meninggalkan Yerusalem karena menunggu Perjanjian Bapa
yang akan membaptiskan mereka denagn Rohulkudus didalam sedikit hari lagi.
Dengan demikian diketahui bahwa Perjanjian Bapa itu akan datang dizaman
murid-murid Yesus, tidak akan datang dikemudian itu. Seterusnya diketahui bahwa
Perjanjian Bapa itu telah dilaksanakan dengan kedatangan Rohulkudus kepada
murid-murid Yesus pada hari Pantekosta, seperti yang diterangkan dalam Kisah
Rasul-Rasul pasal 2. Dengan demikian nyatalah nubuatan itu tidak sesuai kepada
Nabi Muhammad s.a.w.
Keterangan diatas ini tidak benar. Kedatangan Penolongan itu
tidak dapat dihubungkan dengan roh yang turun merupakan lidah-lidah api pada
hari Pantekosta yang tersebut dalam Kisah Rasul-Rasul pasal 2 itu. Keterangan
mengenai ini akan dibicarakan lebih lanjut lagi.
Dalam hal ini hendaklah diketahui bahwa disini terdapat dua
perjanjian yang berbeda, yaitu kedatangan Penolong dan kedatangan Perjanjian
Bapa. Kedua-dua perjanjian itu akan dipenuhi. Injil Yahya menjanjikan akan
kedatangan Penolong yang lain. Janji ini dipenuhi dengan kedatangan Nabi
Muhammad s.a.w. Kisah Rasul-Rasul pasal 2 menjanjikan kedatangan Perjanjian Bapa
yang tersebut juga dalam Lukas 24:49. Perjanjian Bapa itu telah dipenuhi dengan
kedatangan roh kepada murid-murid Yesus pada hari Pantekosta.
PENDAPAT PIHAK KRISTEN DAN PENOLAKANNYA
Dalam Izhhar-ul Haqq disebutkan bahwa menurut orang Kristen
Penolong itu telah datang pada zaman murid-murid Yesus. Hal kedatangannya itu
telah diterangkan dalam Kisah Rasul-Rasul pasal 2, yaitu setelah Yesus dinaikkan
ke langit. Dalam Kisah Rasul-Rasul, tersebut sebagai berikut:
Apabila sampai hari Pentakosta, maka mereka itu sekalianpun
berhimpun bersama-sama.
Maka sekonyong-konyong turunlah dari langit suatu bunyi
seolah-olah serbu angin yang besar, yang menumpatkan segenap rumah tempat mereka
itu duduk.
Maka kelihatanlah keapda mereka itu beberapa lidah seperti
api rupanya yang berbelah-belah, dan hinggap diatas tiap-tiap orang itu.
Maka mereka itu sekalianpun penuh dengan Rohulkudus, sehingga
mereka itu mulai berkata-kata dengan berbagai-bagai bahasa, sebagaimana yang
diilhamkan oleh Roh kepadanya akan bertutur.
PENOLAKANNYA:
Apabila Penolong itu ialah Rohulkudus yang turun memenuhi
murid-murid Yesus pada hari Pentakosta, maka ia tidak dapat disesuaikan
dengan keterangan nubuatan yang menyebutnya dengan "Penolong yang lain"
(14:16). Menurut orang Kristen Rohulkudus itu adalah oknum Tuhan yang satu
zatnya dengan Allah Bapa dan Anak Allah. Dengan demikian ternyata bahwa ia
bukan Penolong "yang lain".
Yesus menyebut: "akan mengingatkan kamu segala sesuatu
yang Aku katakan kepadamu" (14:26). Apabila yang dimaksudkan dengan Penolong
yang lain itu roh yang turun pada hari Pentakosta, maka keterangan ini tidak
sesuai kepadanya. Karena tidak ada suatu jua keterangan dalam surat-surat
Perjanjian Baru yang menyatakan bahwa murid-murid Yesus itu telah lupa apa
yang diajarkan Yesus kepada mereka lalu roh itu datang mengingatkannya.
Yesus mengatakan: "ia akan menyaksikan akan halku"
(15:25). Keterangan ini tidak sesuai kepada roh yang turun pada hari
Pentakosta itu, karena ia tidak pernah memberikan kesaksian mengenai Yesus
dihadapan seorang jua. Dan murid-murid yang dituruni roh itu tidak pula
memerlukan penyaksian mengenai hal Yesus karena mereka lebih dahulu telah
mengenalnya sebelum roh itu turun kepada mereka. Seterusnya roh itu tidak
pula datang memberi kesaksian kepada orang banyak yanga tidak mengenal
Yesus. Adapun Nabi Muhammad s.a.w. maka ia telah memberikan kesaksian yang
selengkapnya tentang hal Yesus.
Yesus menerangkan: "jikalau tiada Aku pergi, tiadalah
Penolong itu akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan
menyuruhkan dia kepadamu" (16:7). Keterangan ini menyatkan bahwa kedatangan
Penolong itu dihubungkan dengan kepergian Yesus. Apabila yang dimaksudkan
dengan Penolong itu ialah Roh Kudus seperti yang ditafisrkan orang Kristen,
maka roh itu telah pernah datang kepada rasul-rasul dihadapan Yesus ketika
ia menyuruhkan mereka ke negeri-negeri Israil (Matius 10:20). Dengan
demikian ternyata bahwa kedatangan roh itu tidak memerlukan Yesus harus
pergi dahulu. Maka nyatalah bahwa Penolong itu bukan roh yang turun pada
hari Pentakosta tersebut.
Yesus berkata: "Banyak lagi perkara yang Aku hendak
katakan kepadamu, tetapi sekarang ini tiada dapat kamu menanggung dia"
(16:12). Keterangan ini menolak bahwa yang dimaskudkan dengan Penolong itu
ialah roh yang turun pada hari Pentakosta tersebut, karena roh itu tidak ada
menambah suatu jua ajaran yang tidak dapat ditanggung mereka pada zaman
Yesus. Bahkan sesudah turun roh itu, telah dihapuskan berbagai-bagai hukum
Torat dan dihalalkan berbagai-bagai makanan yang haram.
Dari pada keterangan diatas jelaslah bahwa nubuatan itu tidak
dapat disesuaikan kepada roh yang turun pada hari Pentakosta seperti yang
diceritakan dalam Kisah Rasul-Rasul pasal 2 yang telah disalinkan diatas.
Perhatian: Nubuatan mengenai kedatangan Nabi Muhammad s.a.w.
selain dari pada yang tersebut diatas masih banyak lagi dijumpai didalam Injil
dan kitab-kitab Perjanjian Lama. Keterangan mengenai itu dapat dibaca dalam
Izhhar-ul Haqq 2:131 – 166, Al Jawabus Shahih 3:299 – 322; 4:1 – 22 dan
lain-lain.
NUBUAT IV:
YESUS MENUBUATKAN KEDATANGAN NABI MUHAMMAD S.A.W. DALAM INJIL
BARNABA
Dalam Injil Barnaba pasal 43 tersebut:
Sebenarnya aku berkata kepada kamu: Bahwa apabila tiap-tiap
Nabi datang, maka ia membawa tanda rahmat Allah hanya kepada satu bangsa.
Karena itu ucapan mereka tidak melampaui bangsa yang diutus
mereka kepadanya.
Akan tetapi apabila utusan Allah datang, Allah akan
mengurniakan kepadanya sebagai cincin tangannya.
Maka ia akan membawa keselamatan dan rahmat bagi
bangsa-bangsa dibumi yang menerima ajarannya.
Dan ia akan datang dengan kekuatan terhadap orang-orang yang
zalim.
Dan ia menghapuskan penyembahan kepada berhala sehingga setan
menjadi terhina.
Karena seperti inilah janji Allah kepada Ibrahim, firmanNya:
Lihatlah sesungguhnya Aku akan memberkati segala suku-suku bangsa di bumi dengan
turunanmu. Sebagaimana engkau, hai Ibrahim, telah menghancurkan akan
berhala-hala, demikianlah turunanmu akan melakukannya.
Sahut Yakub: "Ya Guru, katakanlah kepada kami, dengan
siapakah perjanjian ini dilakukan ?
Sebab orang Yahudi berkata: "Dengan Ishak".
Dan orang Ismail berkata: "Dengan Ismail".
Sahut Yesus: "Daud itu anak siapa, dan dari keturunan siapa?"
Sahut Yakub: "Dari Ishak, karena Ishak adalah bapa Yakub dan
Yakub adalah bapa Yahuda yang Daud dari keturunannya.
Tatkala itu Yesus berkata: "Apabila utusan Allah itu datang,
dari turunan siapakah dia?
Sahut murid-murid itu: "Dari pada Daud"
Sahut Yesus: "Kamu jangan menipu diri kamu,
Karena Daud memanggilnya dalam roh rabbi, katanya begini:
"Friman Allah kepada rabbiku, duduklah disebelah kananku supaya Kujadikan
musuh-musuhmu tempat berpijak kedua belah kakimu.
Tuhan akan mengirimkan tongkatmu yang akan mempunyai kekuatan
ke tengah-tengah musuhmu".
Apabila utusan Allah yang kamu namakan messia adalah anak
Daud, maka apakah sebabnya Daud menamakannya rabbi.
Berkata benarlah kepadaku, karena aku mengatakan kebenaran
kepada kamu, sesungguhnya janji itu diperbuat dengan Ismail, tidak dengan Ishak.
Dalam Injil Barnaba pasal 72 tersebut:
(7) Ketika itu menangilah rasul-rasul, sambil kata mereka: Ya
Guru, apakah sebabnya tuan meninggalkan kami, karena lebih baik kami mati dari
pada tuan meninggalkan kami.
(8) sahut Yesus: Janganlah goncang hati kamu dan janganlah
takut.
(9) Karena bukan aku yang menjadikan kamu, tetapi Allah yang
telah menjadikan kamu akan melindungi kamu.
(10) Adapun mengenai diriku, maka kedatanganku adalah untuk
menyediakan banyak nabi-nabi palsu, mereka mengambil perkataanku dan mengotori
Injilku.
(12) Ketika itu berkatalah Andereas: Ya Guru, sebutkanlah
kepada kami suatu tanda supaya kami mengenal dia.
(13) sahut Yesus: Sesungguhnya ia tidak datang dalam masa
kamu, tetapi ia akan datang beberapa tahun kemudian kamu, ketika Injilku
dirusakkan dan hampir tidak dijumpai lagi tiga puluh orang yang beriman.
(14) Pada waktu itu Allah mengasihani akan dunia, Ia lalu
mengutus rasulNya yang awan putih akan menetapi diatas kepalanya, mengenal akan
dia seorang pilihan Allah. Dan Ia akan melahirkannya ke dunia ini.
(15) Ia akan datang dengan membawa kekuatan yang besar
mengalahkan orang-orang jahat dan menghancurkan penyembahan berhala dari dunia.
(16) Dan aku akan bergembira dengan yang demikian karena
dengan perantaraannya akan diberitahukuan dan dimuliakan Allah dan akan
dinyatakan kebenaranku.
(17) Dan ia akan mengbukum orang yang mengatakan bahwa aku
lebih bear dari seorang manusia.
(18) .................................
(19) Apabila orang telah mempersaksikan penyembahan berhala
telah berguguran ke bumi dan telah diakui orang bahwa aku adalah manusia seperti
manusia yang lain, maka sesungguhnya aku berkata kamu bahwa pada ketika itu Nabi
Allah itu datang.
Dalam Injil Barnaba pasal 96 tersebut:
Tatkala telah selesai mendoa, berkatalah imam itu dengan kuat
suaranya: "Berhentilah, hai Yesus, karena kami perlu hendak mengetahui, siapakah
engkau, untuk menenteramkan bangsa kami".
Sahut Yesus: "Aku Yesus anak Maryam dari keturunan Daud,
seorang manusia yang akan mati yang takut kepada Allah; dan aku meminta supaya
penghormatan dan pemuliaan tidak diberikan melainkan kepada Allah".
Sahut imam itu: Sesungguhnya tertulis dalam kitab Musa bahwa
Tuhan kita akan menyuruhkan Messias yang akan datang kepada kita supaya ia
mengabarkan kepada kita apa yang dikehendaki Allah dan ia akan datang ke dunia
membawa rahmat Allah.
Karena itu aku mengharapkan supaya engkau sebutkan kepada
kami yang sebenar-benarnya, apakah engkau Messias Allah yang kami tunggu-tunggu
kedatangannya?"
Sahut Yesus: "Sesungguhnya Allah berjanji demikian, tetapi
aku bukanlah dia. Karena ia dijadikan lebih dahulu dari padaku dan akan datang
kemudianku.
Sahut imam itu: Bagaimanapun jua kami percaya dari
perkataanmu dan tanda-tandamu, bahwa engkau adalah nabi dan orang suci Allah.
Oleh karena itu aku mengharapkan kepadamu atas nama semua
orang Yahudi dan Israil, hendaklah engkau jelaskan kepada kami karena kecintaan
kepada Allah, dengan cara bagaimanakah Messias akan datang.
Sahut Yesus: "Demi Allah yang hidup, yang aku berdiri
dihadapanNya, sesungguhnya aku bukan Messias yang ditunggu-tunggu oleh semua
suku-suku bangsa di bumi seperti yang telah dijanjikan Allah kepada bapa kita
Ibrahim, katanya: Dengan keturunanmu akan Kuberkati segala suku-suku bangsa
dibumi.
Akan tetapi ketika aku diambil Allah dari dunia, setan akan
membangunkan sekali lagi percobaan yang terkutuk ini, yaitu ia akan membawa
orang yang tidak takut kepada Tuhan mempercayai bahwa aku Allah dan anak Allah.
Maka sebab itu dikotorilah perkataanku dan ajaranku hingga
hampir tidak ada tinggal lagi tiga puluh orang yang beriman.
Pada ketika itu Tuhan mengasihani akan dunia dan diutusnya
rasulNya yang karenanya, Dia telah menjadikan segala sesuatu.
Ia akan datang dari sebelah selatan dengan kekuatan dan ia
akan menghancurkan berhala-berhala dan penyembah-penyembah berhala.
Ia akan mencabut kekuasaan setan atas manusia.
Ia akan datang membawa rahmat Allah untuk menyelematkan
orang-orang yang beriman.
Dan orang yang beriman kepada perkataannya akan diberkati.
Dalam Injil Barnaba pasal 97 tersebut:
Maka pada ketika pada ketika itu imam itupun berkata: "Apakah
yang dinamakan Messias dan apakah tanda yang memberitahukan kedatangannya?
Sahut Yesus: Sesungguhnya nama Messias itu ajaib, karena
Allah sendiri yang memberikan nama itu tatkala telah dijadikanNya dirinya dan
diletakkanNya dia ditempat yang indah di langit.
Firman Allah: Sabarlah hai Muhammad, sesungguhnya karena
engkaulah aku hendak menjadikan surga dan dunia dan makhluk yang banyak yang
akan kuberikan kepadamu sehingga siapa yang memberkati engkau adalah ia mendapat
berkat dan siapa yang mengutuk engkau adalah ia terkutuk.
Dan apabila Aku mengutus engkau kepada dunia, Aku akan
menjadikan engkau utusanKu untuk memberi keselamatan dan jadilah ucapanmu itu
benar sehingga langit dan bumi bisa lemah tetapi imanmu tidak akan lemah
selama-lamanya.
Bahwa namanya yang diberkati itu ialah Muhammad.
Pada ketika itu orang banyak itu mengangkatkan suaranya,
katanya: Ya Allah, utuslah kepada kepada kami rasulMu; ya Muhammad, datanglah
segera untuk menyelamatkan dunia !
Dalam Injil Barnaba pasal 163 tersebut:
Sahut murid-murid itu: Ya Guru, Siapakah gerangan laki-laki
yang tuan katakan tentang halnya, yang akan datang ke dunia ini ?
Sahut Yesus dengan hati yang gembira: Sesungguhnya ia
Muhammad utusan Allah.
Dan apabila ia datang ke dunia, maka ia akan menjadi sebab
terwujudnya perbuatan-perbuatan yang baik diantara sesama manusia dengan sebab
banyak kasih sayang yang dilakukannya.
Seperti hujan menjadikan bumi mengeluarkan buah setelah hujan
lama terputus.
Maka ialah awan putih yang penuh dengan rahmat Allah, yaitu
rahmat yang ditaburkan Allah mencucuri orang-orang yang beriman sebagai hujan.
Dalam Injil Barnaba pasal 212 tersebut:
Ya Rabb, Tuhan yang dengan pertolonganMu diperoleh segala
keperluan yang menjadi hajat bagi bangsamu Israil, ingatlah semua suku-suku
bangsa di bumi yang telah Engkau berjanji akan memberkatinya dengan utusanMu
yang telah Engkau jadikan dunia ini karenanya.
Kasihanilah dunia ini, dan segerakanlah mengutus rasulMu
supaya ia menghapuskan kerajaan setan, musuhMu.
Setelah selesai Yesus dari padanya, iapun berkata tidak kali:
"Hendaklah jadi seperti ini, ya Tuhan yang maha besar, yang pengasih".
Mereka semuanya menyahut dengan menangis: "Hendaklah jadi
seperti ini!", hendaklah jadi seperti ini! kecuali Yudas karena ia tidak percaya
sedikit jua.
Dalam Injil Barnaba pasal 220 tersebut:
Ketika itu penulis lalu bertanya: Ya Guru, apabila Allah itu
pengasih, maka apakah sebabnya kami disiksaNya hingga seperti ini, sehingga kami
mempercayai tuan telah mati.
dan ibu tuan telah menangisi tuan sehingga ia hampir mati.
Dan Allah membiarkan tuan mendapat malu terbunuh diantara
pencuri-pencuri diatas bukit Tengkorak sedang tuan orang suci Allah.
Sahut Yesus: Percayalah kepadaku, hai Barnaba, sesungguhnya
Allah menyiksa atas tiap-tiap kesalahan meskipun bagaimana kecilnya dengan siksa
yang besar, karena Allah benci kepada kesalahan.
Maka karena itu, tatkala ibuku dan murid-muridku yang
dipercayai dan bersama-sama dengan aku amat sedikit kecintaannya kepadaku
sebagai cita dunia, Tuhan yang maha Baik hendak menyiksa sebab cinta ini dengan
mendatangkan duka-cita sekarang supaya Ia nanti tidak menyiksanya dengan nyalaan
api neraka.
Tatkala orang sudah memanggil aku Allah dan anak Allah sedang
aku di dunia tidak demikian, Tuhan berkehendak supaya orang memperolok-olokkan
aku didunia ini dengan kematian Yudas yang dipercayai mereka sesungguhnya aku
yang telah mati diatas salib agar setan tidak memperolok-olokkan aku pada hari
penghukuman kelak.
Dan ini akan tinggal tetap hingga datang Muhammad, utusan
Allah, yang jika ia datang membukakan penipuan ini kepada orang-orang yang
beriman kepada hukum-hukum Tuhan.
Sesudah Yesus mengucapkan ini, lalu katanya: Sesungguhnya
Engkau adil, ya Rabbi, Tuhan kami, karena bagiMu sendiri kehormatan dan
kemuliaan yang tidak berkesudahan.
Demikianlah sebagian dari nubuat tentang kedatangan Nabi
Muhammad s.a.w. yang tersebut dalam Injil Barnaba. Seterusnya nubuatan yang
lain-lain yang tersebut dalam Injil itu dapat dibaca dalam pasal 34, 41, 42, 54,
82, 112, 136 dan 206. Oleh karena nubuatan-nubuatan yang tersebut diatas sudah
cukup jelas, tidak memerlukan keterangan lagi.
| Back to Top | Back to Situasi Sesungguhnya Seputar Kristen dan Yahudi penuh dengan Kebencian | Back to Main Menu |
| Back to Top | Back to Materi Seputar Dunia Islam | Back to Main Menu |
Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer